Assalamu’alaikum~
2
minggu sudah saya menyandang status baru “Mahasiswa”. Rasanya…..kangen SMK,
kangen Bekasi, kangen teman – teman, dan Bojongsick banget (*Bojong=daerah tempat tinggal saya). Tapi, menjadi mahasiswa juga
sesuatu yang menyenangkan dan harus disyukuri. Walaupun sangat sangat jauh
melelahkan daripada saat masih jadi siswa.
Saya lulus dari SMK Negeri 2 Kota
Bekasi Program Keahlian Akuntansi tahun pelajaran 2015/2016 dan Alhamdulillah menjadi
lulusan terbaik saat itu. Dan saat ini Alhamdulillah saya diberi kesempatan
untuk belajar kembali di Jurusan Psikologi Fak. Psikologi Universitas
Diponegoro. Dan supaya saya bisa mengenangnya nanti, maka saya memutuskan untuk
menulis dan membagikan teks pidato saya saat perpisahan angkatan ke-10 SMK
Negeri 2 Kota Bekasi. Semoga bisa bermanfaat untuk adik – adik atau kakak –
kakak yang sedang mencari referensi untuk teks pidatonya. Atau sekedar sama –
sama ingin mengenang (:
Bismillahirrahmanirrahim
…….
Assalamu’alaikum
Warrahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahirobbil
'alamiin, wa bihi nasta'inu wa'ala umuuriddunya waddin. was shola tu
wassalamu'ala asrofil anbiya'iwal mursalin. sayyidina wa maulana muhammadin,
wa'alaa 'alihi washohbihiwabaarik wasallim ajma'in (ammaba'duh).
First
of all, let us praise to the Almighty Allah SWT, because of His Blessing we are
able to come here, to attend a farewell ceremony for the graduates of SMK
Negeri 2 Kota Bekasi in the academic year 2015/2016.
Secondly,
may shalawat and salam be upon the Prophet Muhammad SAW who has guided us from
the darkness into the brightness.
Yth.
Kepala SMK Negeri 2 Kota Bekasi
Ysh.
Kepala Tata Usaha SMK Negeri 2 Kota Bekasi
Ysh.
Wakil Kepala SMK Negeri 2 Kota Bekasi
Ysh.
Kepala Program Keahlian SMK Negeri 2 Kota Bekasi
Ysh.
Dewan Guru SMK Negeri 2 Kota Bekasi
Ysh.
Para tamu undangan
Dan
teman – teman Angkatan X SMK Negeri 2 Kota Bekasi yang saya cintai
Ladies
and Gentlemen …….
It’s
a great honor for me as the representative of the graduates X generation to stand here, conveying the
impression and messages during studying at SMK Negeri 2 Kota Bekasi.
Given
three years back, we will never know that eventually this day we will be
gathered in this place bears the same status as graduates of SMK Negeri 2 Kota
Bekasi. Of course, memory is remembered for three years to be here for sure was
different. But allow me to convey the impression and the message that I hope
will represent all graduates X generation
SMK Negeri 2 Kota Bekasi.
Ladies
and Gentlemen ……………..
A
novelist Walter Scott said that success or failure, is actually caused more by
mental attitudes than mental capacity. This means that, just smart not enough to
face the challenges which certainly is more difficult in the future.
We
are not only required to be smart, but to be smart and work hard. Intelligent
use of every opportunity that there is a positive and work hard to achieve
something that we all want.
Bapak/Ibu,
serta wisudawan/ti yang berbahagia….
Bulan
Juli tahun 2013, satu persatu dari kami menaiki salah satu kapal terbesar
dipelabuhan. Kami membawa perasaan yang berbeda namun dengan tujuan yang sama.
Sangat sulit mendapatkan tiket untuk dapat menaiki kapal ini, dan itu menjadi
suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi kami karna kami berhasil
mendapatkannya. Bagaimana tidak, kapal ini adalah salah satu kapal terbaik di
kota. Sangat luas, bersih, dan nyaman. Kapalnya dipimpin oleh nahkoda yang
bijaksana, terdapat banyak dek yang luas yang dapat menampung 36 orang disetiap
dek nya. Kapal ini akan berlabuh selama 3 tahun membawa kurang lebih 600
penumpang. Ada beberapa asisten nahkoda yang ditugaskan di dek untuk menemani
dan membantu para penumpang selama berada dikapal. Beberapa jam sekali mereka
bergantian untuk menemani dan memberi ilmu yang berbeda. Para kelasi pun tak
kalah pentingnya, mereka menjaga kebersihan dan kenyaman awak kapal selama
berada di kapal. Beberapa orang penting dikapal juga membantu menjaga keamanan
dan kenyamanan dikapal.
Kini
sudah hampir 3 tahun kapal berlayar. Sesekali kapal menepi dan berhenti
dipelabuhan, menurunkan satu persatu penumpang
karna berbeda tujuan dengan kami. Tak terasa kami pun juga akan turun
meninggalkan kapal ini. Pelabuhan yang kami tuju sudah terlihat didepan mata.
Kenangan – kenangan selama berada dikapal ini pun akan kami bawa bersama rasa
bangga karna pernah menjadi bagian dari kapal ini.
Terimakasih
untuk Bapak nahkoda yang telah memimpin kapal ini sehingga kapal ini dapat
mencapai tujuannya dalam keadaan yang baik. 3 kali dipimpin oleh nahkoda yang
berbeda adalah kesan tersendiri untuk kami, masing – masing nahkoda memimpin
kapal dengan baik dan meninggalkan kesan yang baik untuk kami.
Tak
jarang sebagian dari kami membuat gaduh isi kapal, mulai dari memecahkan piring
didapur, mencoret dinding kapal, merusak barang di dek, bahkan berkelahi antar
penumpang. Namun, beberapa orang penting dikapal selalu memperingatkan kami
bahkan memberikan kami hukuman agar tidak mengulangi kesalahan lagi. Maafkan
kami karna pernah menumpahkan tinta hitam yang berbekas diatas kapal ini.
Terimakasih
untuk para asisten nahkoda yang dengan sabar dan tulus menemani dan berbagi
ilmu dengan kami didalam dek. Maaf jika kami pernah menyakiti hati, membuat mu
sedih, atau bahkan marah karna kelakuan bodoh kami. Rasa terimakasih saja tak
akan cukup jika dibandingkan dengan pengalaman serta ilmu yang telah kau
berikan kepada kami. Selama 3 tahun tak lelahnya engkau berikan nasihat –
nasihat saat kami mulai kelelahan didalam kapal. Tak lelahnya engkau berikan
kami semangat saat kami mulai merasa bosan dengan perjalanan ini. Membantu kami
menghadapi masalah – masalah yang tak jarang akhirnya membuat beberapa dari
kami memutuskan untuk turun dari kapal terlebih dahulu. Waktu yang kami
habiskan disini terasa sangat berharga saat engkau mulai bicara tentang tak
sekedar ilmu dunia tetapi juga ilmu akhirat. Yang nantinya menjadi bekal kami
saat kami meninggalkan kapal ini. Maka izinkanlah kami untuk memanggilmu
“Guru”. Teriring doa dan rasa
terimakasih untuk salah satu guru kami yang telah berpulang kepangkuan-Nya,
semoga keberkahan ilmu yang Bapak berikan kepada kami senantiasa menemani Bapak
saat berada di sisi-Nya.
Terimakasih
untuk para kelasi atas keramahan dan kehangatan yang diberikan untuk kami. Terimakasih
karna telah menjaga kapal ini tetap aman sehingga kami tetap merasa nyaman.
Terimakasih karna telah menjaga kapal ini tetap bersih dan indah sehingga kami
tetap bahagia. Terimakasih karna telah membantu kami memperbaiki pintu dek yang
pernah kami rusak, mengganti barang – barang di dek yang menjadi korban
keisengan kami. Maaf jika ada kata dan perbuatan yang terkesan tak sopan. Maaf
jika tak jarang perbuatan kami merugikan mu, dan membuat mu harus bertanggung jawab
atas ulah kami yang mengotori dan berbuat gaduh dikapal. Kami menghormati mu
sebagaimana kami menghormati para petugas kapal yang lainnya.
Tak
terasa kami akan meninggalkan kapal ini. Saat pertama kali menaiki kapal, saya
tak punya siapapun untuk disapa. Berbeda dengan beberapa penumpang lain yang
sudah mengenal satu sama lain sebelum menaiki kapal ini. Namun setelah memasuki
dek yang berisi 35 penumpang lainnya, saya mulai mendapatkan seseorang yang
nantinya dapat saya sapa setiap hari, yang nantinya akan menemani perjalanan
ini selama 3 tahun. Terdapat 18 dek yang berisi 36 penumpang disetiap deknya.
Namun saat ini beberapa dek tak lagi penuh terisi. Senang rasanya dapat
mengenal para penumpang dikapal ini. Perbedaan sifat dan karakteristik membuat
kami belajar akan satu sama lain. Walaupun memang tak mungkin dapat mengenal
nama dan pribadi 589 penumpang secara keseluruhan namun semoga wajah yang
ditemui selama 3 tahun ini tak akan pernah terlupa. Saya mendapatkan banyak
teman belajar dan bermain didalam dan diluar dek yang juga sangat berpengaruh
untuk diri saya. Mereka membantu saya untuk melewati masalah – masalah selama
berada diperjalanan ini. Saling menguatkan dan memberikan semangat,
mengingatkan tentang kebaikan dan melarang keburukan, menghibur saat bersedih,
dan tertawa bersama saat bahagia. Sebentar lagi kami akan berpisah dan memilih
jalan masing – masing setelah menuruni kapal. Semoga nantinya kita akan bertemu
diwaktu dan tempat yang berbeda dan berhasil meraih kesuksesan masing – masing.
Terimakasih
untuk para penumpang kapal yang sering disebut “BUTUN” ini. Terimakasih atas
waktu yang dihabiskan bersama saat pagi, siang, sore, bahkan malam. Terimakasih
karna telah berjuang bersama hingga akhirnya kita akan meninggalkan kapal ini
dengan perasaan bahagia. Terimakasih atas kenangan – kenangan yang terukir
selama 3 tahun yang semoga selalu terkenang dihati kita masing – masing.
Bapak/Ibu,
serta hadirin yang berbahagia….
Demikianlah secara singkat kesan dan pesan yang kami rasakan
selama berada di SMK Negeri 2 Kota Bekasi. Sekali lagi kami mohon maaf jika
dalam penyampaiannya terdapat beberapa hal yang kurang berkenan.
Apabila pedang lukai tubuh masih ada harapan sembuh, apabila
lidah lukai hati kemana obat hendak dicari.
Lastly,
I hope when we go down the ship no longer anger
that brought down together. I hope what ever happens can be a lesson and our
stock in the future.
Wassalamualaikum wr. wb.
*Catatan:
Sebagian besar isi teks pidato diatas merupakan buah pemikiran pribadi, jadi
mohon budayakan tidak copy-paste keseluruhan isi teks pidato ini. Terimakasih
(:
Saya
ingin sedikit bercerita kejadian – kejadian dibalik terciptanya teks pidato
diatas.
Bermula
saat latihan untuk wisuda saat siang hari. Seluruh peserta kelas 12 yang hadir
dikumpulkan dilapangan. Karena pada saat itu akan dibagikan tugas untuk prosesi
wisuda, seperti petugas perwakilan kelas, perwakilan jurusan, ketua angkatan,
dan perwakilan siswa untuk membaca kesan dan pesan. Dan kemudian saya ditunjuk
oleh guru saya, Ibu Kusmiyati, untuk membacakan kesan dan pesan. “Yaudah Bella aja ya tolong baca kesan dan
pesan nanti”. Saya……..ya gimana ya mau nolaknya. Akhirnya saya bilang “Baik Bu”. Saat itu belum diumumkan
nilai ujian nasional, jadi saya ditunjuk jadi perwakilan memang kebetulan saya
yang didepan mata beliau saat itu he-he.
Sebenernya
tugas saya lebih nyantai dibanding petugas yang lain gak perlu latihan setiap
ada jadwal latihan. Jadi, saya nyantai mengerjakan teks ini. Tapi, gak kerasa
tiba – tiba udah H-7. Dan belum ada satu kata pun yang saya ketik di Ms. Word.
Bahkan salam sekalipun. Akhirnya saya cicil sampai pembukaan. Dan mentok 2 hari
gatau mau nulis apa. Dan saya cari referensi – referensi juga di blog lain
tentang teks pidato perpisahan, ya sedikit – sedikit udah kebayang mau nulis
apa.
Sampai
suatu malam, saya gak bisa tidur karna makin mendekati waktunya, saya mikir
keras mau nulis apa sampai ketiduran. Kemudian saya terbangun jam 2 malam. Tiba
– tiba semua inspirasi datang seketika. Inspirasi mengibaratkan sekolah menjadi
kapal. Kata demi kata pun mulai menghiasi dokumen Ms. Word saya malam itu. Semuanya
mengalir, sampai ingin netes rasanya. Karna benar – benar mengenang yang
terjadi selama 3 tahun di SMK.
Besoknya
saya meminta bantuan Bu Kusmiyati untuk membaca dan merevisi teks pidato saya. Dan
ada beberapa kata yang memang harus direvisi. Saya juga meminta bantuan salah
satu teman saya untuk membaca teksnya, memastikan kata – kata nya bisa
dipahami.
H-2
prosesi wisuda, Wakasek bidang kesiswaan saya bilang, “Udah bagus, tapi bisa gak diganti ke bahasa inggris, ya gak seluruhnya
gapapa. Coba ya Bel”. Yak, tugas saya belum kelar. Saya harus mengganti
beberapa paragraph ke bahasa inggris,
dengan bantuan teman dan google translate pastinya. Thank you both of you!
Akhirnya teks saya kelar.
Alhamdulillah ya Allah.
Besok
wisuda. Tapi kok gak deg – degan?
Kebiasaan
saya adalah deg – degannya setelah udah kejadian he-he. Disamping itu teman
saya juga menenangkan saya jadi ya gak terlalu terasa he-he. Makasih lho.
Tiba
lah hari H. Ramai. Kedua orang tua saya hadir. Mereka lah keajaiban dibalik
keajaiban yang terjadi dalam hidup saya. Walaupun saya lulusan terbaik saat
itu, saya merasa bahwa sebenarnya yang paling banyak berkontribusi adalah
dukungan dan do’a kedua orang tua saya. Bahkan saat Ujian Nasional berlangsung
pun, Mama selalu mengantar sampai depan
gerbang sekolah. Dan disitulah saya merasa, ridho orang tua saya selalu
mengiringi saya. Karna jika orang berkata faktor belajar lah yang mempengaruhi
apa yang saya capai, maka sebenarnya semua orang sudah sama – sama berjuang dan
belajar untuk lulus dengan baik.
Sampai
akhirnya saya bisa masuk jurusan yang saya inginkan pun saya merasa bahwa Allah
selalu mengabulkan do’a orang tua saya (:
Dan
Alhamdulillah, saya bisa membacakan dengan lancar teks nya, dan semoga pesan yang
ingin saya sampaikan bisa menggapai setiap orang yang hadir diacara tersebut (:
Luaarrr biasahhh.. kalimat per kalimat nya bagus nih, bisa juga jadi sastrawan kayanya hihi :D
BalasHapusKembangkan terus tulisan kamu ..
Ternyata Tulisan yg terbaik berdasarkan dari pengalaman ya :)
BalasHapuscocok jadi penulis bel, sukses terus yaa!
BalasHapusPengalaman yang hebat...semangat terus yaaaa...
BalasHapusthat's good work!!
BalasHapus