Selasa, 30 Agustus 2016

Aku dan Pidatoku (Teks Pidato Perpisahan)


Assalamu’alaikum~

2 minggu sudah saya menyandang status baru “Mahasiswa”. Rasanya…..kangen SMK, kangen Bekasi, kangen teman – teman, dan Bojongsick banget (*Bojong=daerah tempat tinggal saya). Tapi, menjadi mahasiswa juga sesuatu yang menyenangkan dan harus disyukuri. Walaupun sangat sangat jauh melelahkan daripada saat masih jadi siswa.
            Saya lulus dari SMK Negeri 2 Kota Bekasi Program Keahlian Akuntansi tahun pelajaran 2015/2016 dan Alhamdulillah menjadi lulusan terbaik saat itu. Dan saat ini Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk belajar kembali di Jurusan Psikologi Fak. Psikologi Universitas Diponegoro. Dan supaya saya bisa mengenangnya nanti, maka saya memutuskan untuk menulis dan membagikan teks pidato saya saat perpisahan angkatan ke-10 SMK Negeri 2 Kota Bekasi. Semoga bisa bermanfaat untuk adik – adik atau kakak – kakak yang sedang mencari referensi untuk teks pidatonya. Atau sekedar sama – sama ingin mengenang (:


Bismillahirrahmanirrahim …….
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahirobbil 'alamiin, wa bihi nasta'inu wa'ala umuuriddunya waddin. was shola tu wassalamu'ala asrofil anbiya'iwal mursalin. sayyidina wa maulana muhammadin, wa'alaa 'alihi washohbihiwabaarik wasallim ajma'in (ammaba'duh).
First of all, let us praise to the Almighty Allah SWT, because of His Blessing we are able to come here, to attend a farewell ceremony for the graduates of SMK Negeri 2 Kota Bekasi in the academic year 2015/2016.
Secondly, may shalawat and salam be upon the Prophet Muhammad SAW who has guided us from the darkness into the brightness.
Yth. Kepala SMK Negeri 2 Kota Bekasi
Ysh. Kepala Tata Usaha SMK Negeri 2 Kota Bekasi
Ysh. Wakil Kepala SMK Negeri 2 Kota Bekasi
Ysh. Kepala Program Keahlian SMK Negeri 2 Kota Bekasi
Ysh. Dewan Guru SMK Negeri 2 Kota Bekasi
Ysh. Para tamu undangan
Dan teman – teman Angkatan X SMK Negeri 2 Kota Bekasi yang saya cintai

Ladies and Gentlemen …….
It’s a great honor for me as the representative of the graduates  X generation to stand here, conveying the impression and messages during studying at SMK Negeri 2 Kota Bekasi.
Given three years back, we will never know that eventually this day we will be gathered in this place bears the same status as graduates of SMK Negeri 2 Kota Bekasi. Of course, memory is remembered for three years to be here for sure was different. But allow me to convey the impression and the message that I hope will represent all graduates  X generation SMK Negeri 2 Kota Bekasi.

Ladies and Gentlemen ……………..
A novelist Walter Scott said that success or failure, is actually caused more by mental attitudes than mental capacity. This means that, just smart not enough to face the challenges which certainly is more difficult in the future.
We are not only required to be smart, but to be smart and work hard. Intelligent use of every opportunity that there is a positive and work hard to achieve something that we all want.

Bapak/Ibu, serta wisudawan/ti yang berbahagia….
Bulan Juli tahun 2013, satu persatu dari kami menaiki salah satu kapal terbesar dipelabuhan. Kami membawa perasaan yang berbeda namun dengan tujuan yang sama. Sangat sulit mendapatkan tiket untuk dapat menaiki kapal ini, dan itu menjadi suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi kami karna kami berhasil mendapatkannya. Bagaimana tidak, kapal ini adalah salah satu kapal terbaik di kota. Sangat luas, bersih, dan nyaman. Kapalnya dipimpin oleh nahkoda yang bijaksana, terdapat banyak dek yang luas yang dapat menampung 36 orang disetiap dek nya. Kapal ini akan berlabuh selama 3 tahun membawa kurang lebih 600 penumpang. Ada beberapa asisten nahkoda yang ditugaskan di dek untuk menemani dan membantu para penumpang selama berada dikapal. Beberapa jam sekali mereka bergantian untuk menemani dan memberi ilmu yang berbeda. Para kelasi pun tak kalah pentingnya, mereka menjaga kebersihan dan kenyaman awak kapal selama berada di kapal. Beberapa orang penting dikapal juga membantu menjaga keamanan dan kenyamanan dikapal.
Kini sudah hampir 3 tahun kapal berlayar. Sesekali kapal menepi dan berhenti dipelabuhan, menurunkan satu persatu penumpang  karna berbeda tujuan dengan kami. Tak terasa kami pun juga akan turun meninggalkan kapal ini. Pelabuhan yang kami tuju sudah terlihat didepan mata. Kenangan – kenangan selama berada dikapal ini pun akan kami bawa bersama rasa bangga karna pernah menjadi bagian dari kapal ini.
Terimakasih untuk Bapak nahkoda yang telah memimpin kapal ini sehingga kapal ini dapat mencapai tujuannya dalam keadaan yang baik. 3 kali dipimpin oleh nahkoda yang berbeda adalah kesan tersendiri untuk kami, masing – masing nahkoda memimpin kapal dengan baik dan meninggalkan kesan yang baik untuk kami.
Tak jarang sebagian dari kami membuat gaduh isi kapal, mulai dari memecahkan piring didapur, mencoret dinding kapal, merusak barang di dek, bahkan berkelahi antar penumpang. Namun, beberapa orang penting dikapal selalu memperingatkan kami bahkan memberikan kami hukuman agar tidak mengulangi kesalahan lagi. Maafkan kami karna pernah menumpahkan tinta hitam yang berbekas diatas kapal ini.
Terimakasih untuk para asisten nahkoda yang dengan sabar dan tulus menemani dan berbagi ilmu dengan kami didalam dek. Maaf jika kami pernah menyakiti hati, membuat mu sedih, atau bahkan marah karna kelakuan bodoh kami. Rasa terimakasih saja tak akan cukup jika dibandingkan dengan pengalaman serta ilmu yang telah kau berikan kepada kami. Selama 3 tahun tak lelahnya engkau berikan nasihat – nasihat saat kami mulai kelelahan didalam kapal. Tak lelahnya engkau berikan kami semangat saat kami mulai merasa bosan dengan perjalanan ini. Membantu kami menghadapi masalah – masalah yang tak jarang akhirnya membuat beberapa dari kami memutuskan untuk turun dari kapal terlebih dahulu. Waktu yang kami habiskan disini terasa sangat berharga saat engkau mulai bicara tentang tak sekedar ilmu dunia tetapi juga ilmu akhirat. Yang nantinya menjadi bekal kami saat kami meninggalkan kapal ini. Maka izinkanlah kami untuk memanggilmu “Guru”.  Teriring doa dan rasa terimakasih untuk salah satu guru kami yang telah berpulang kepangkuan-Nya, semoga keberkahan ilmu yang Bapak berikan kepada kami senantiasa menemani Bapak saat berada di sisi-Nya.
Terimakasih untuk para kelasi atas keramahan dan kehangatan yang diberikan untuk kami. Terimakasih karna telah menjaga kapal ini tetap aman sehingga kami tetap merasa nyaman. Terimakasih karna telah menjaga kapal ini tetap bersih dan indah sehingga kami tetap bahagia. Terimakasih karna telah membantu kami memperbaiki pintu dek yang pernah kami rusak, mengganti barang – barang di dek yang menjadi korban keisengan kami. Maaf jika ada kata dan perbuatan yang terkesan tak sopan. Maaf jika tak jarang perbuatan kami merugikan mu, dan membuat mu harus bertanggung jawab atas ulah kami yang mengotori dan berbuat gaduh dikapal. Kami menghormati mu sebagaimana kami menghormati para petugas kapal yang lainnya.
Tak terasa kami akan meninggalkan kapal ini. Saat pertama kali menaiki kapal, saya tak punya siapapun untuk disapa. Berbeda dengan beberapa penumpang lain yang sudah mengenal satu sama lain sebelum menaiki kapal ini. Namun setelah memasuki dek yang berisi 35 penumpang lainnya, saya mulai mendapatkan seseorang yang nantinya dapat saya sapa setiap hari, yang nantinya akan menemani perjalanan ini selama 3 tahun. Terdapat 18 dek yang berisi 36 penumpang disetiap deknya. Namun saat ini beberapa dek tak lagi penuh terisi. Senang rasanya dapat mengenal para penumpang dikapal ini. Perbedaan sifat dan karakteristik membuat kami belajar akan satu sama lain. Walaupun memang tak mungkin dapat mengenal nama dan pribadi 589 penumpang secara keseluruhan namun semoga wajah yang ditemui selama 3 tahun ini tak akan pernah terlupa. Saya mendapatkan banyak teman belajar dan bermain didalam dan diluar dek yang juga sangat berpengaruh untuk diri saya. Mereka membantu saya untuk melewati masalah – masalah selama berada diperjalanan ini. Saling menguatkan dan memberikan semangat, mengingatkan tentang kebaikan dan melarang keburukan, menghibur saat bersedih, dan tertawa bersama saat bahagia. Sebentar lagi kami akan berpisah dan memilih jalan masing – masing setelah menuruni kapal. Semoga nantinya kita akan bertemu diwaktu dan tempat yang berbeda dan berhasil meraih kesuksesan masing – masing.
Terimakasih untuk para penumpang kapal yang sering disebut “BUTUN” ini. Terimakasih atas waktu yang dihabiskan bersama saat pagi, siang, sore, bahkan malam. Terimakasih karna telah berjuang bersama hingga akhirnya kita akan meninggalkan kapal ini dengan perasaan bahagia. Terimakasih atas kenangan – kenangan yang terukir selama 3 tahun yang semoga selalu terkenang dihati kita masing – masing.

Bapak/Ibu, serta hadirin yang berbahagia….
            Demikianlah secara singkat kesan dan pesan yang kami rasakan selama berada di SMK Negeri 2 Kota Bekasi. Sekali lagi kami mohon maaf jika dalam penyampaiannya terdapat beberapa hal yang kurang berkenan.
Apabila pedang lukai tubuh masih ada harapan sembuh, apabila lidah lukai hati kemana obat hendak dicari.
Lastly, I hope when we go down the ship no longer anger that brought down together. I hope what ever happens can be a lesson and our stock in the future.

Wassalamualaikum wr. wb.

*Catatan: Sebagian besar isi teks pidato diatas merupakan buah pemikiran pribadi, jadi mohon budayakan tidak copy-paste keseluruhan isi teks pidato ini. Terimakasih (:

Saya ingin sedikit bercerita kejadian – kejadian dibalik terciptanya teks pidato diatas.

Bermula saat latihan untuk wisuda saat siang hari. Seluruh peserta kelas 12 yang hadir dikumpulkan dilapangan. Karena pada saat itu akan dibagikan tugas untuk prosesi wisuda, seperti petugas perwakilan kelas, perwakilan jurusan, ketua angkatan, dan perwakilan siswa untuk membaca kesan dan pesan. Dan kemudian saya ditunjuk oleh guru saya, Ibu Kusmiyati, untuk membacakan kesan dan pesan. “Yaudah Bella aja ya tolong baca kesan dan pesan nanti”. Saya……..ya gimana ya mau nolaknya. Akhirnya saya bilang “Baik Bu”. Saat itu belum diumumkan nilai ujian nasional, jadi saya ditunjuk jadi perwakilan memang kebetulan saya yang didepan mata beliau saat itu he-he.

Sebenernya tugas saya lebih nyantai dibanding petugas yang lain gak perlu latihan setiap ada jadwal latihan. Jadi, saya nyantai mengerjakan teks ini. Tapi, gak kerasa tiba – tiba udah H-7. Dan belum ada satu kata pun yang saya ketik di Ms. Word. Bahkan salam sekalipun. Akhirnya saya cicil sampai pembukaan. Dan mentok 2 hari gatau mau nulis apa. Dan saya cari referensi – referensi juga di blog lain tentang teks pidato perpisahan, ya sedikit – sedikit udah kebayang mau nulis apa.

Sampai suatu malam, saya gak bisa tidur karna makin mendekati waktunya, saya mikir keras mau nulis apa sampai ketiduran. Kemudian saya terbangun jam 2 malam. Tiba – tiba semua inspirasi datang seketika. Inspirasi mengibaratkan sekolah menjadi kapal. Kata demi kata pun mulai menghiasi dokumen Ms. Word saya malam itu. Semuanya mengalir, sampai ingin netes rasanya. Karna benar – benar mengenang yang terjadi selama 3 tahun di SMK.

Besoknya saya meminta bantuan Bu Kusmiyati untuk membaca dan merevisi teks pidato saya. Dan ada beberapa kata yang memang harus direvisi. Saya juga meminta bantuan salah satu teman saya untuk membaca teksnya, memastikan kata – kata nya bisa dipahami.
H-2 prosesi wisuda, Wakasek bidang kesiswaan saya bilang, “Udah bagus, tapi bisa gak diganti ke bahasa inggris, ya gak seluruhnya gapapa. Coba ya Bel”. Yak, tugas saya belum kelar. Saya harus mengganti beberapa paragraph ke bahasa inggris, dengan bantuan teman dan google translate pastinya. Thank you both of you!

Akhirnya teks saya kelar. Alhamdulillah ya Allah.

Besok wisuda. Tapi kok gak deg – degan?
Kebiasaan saya adalah deg – degannya setelah udah kejadian he-he. Disamping itu teman saya juga menenangkan saya jadi ya gak terlalu terasa he-he. Makasih lho.
Tiba lah hari H. Ramai. Kedua orang tua saya hadir. Mereka lah keajaiban dibalik keajaiban yang terjadi dalam hidup saya. Walaupun saya lulusan terbaik saat itu, saya merasa bahwa sebenarnya yang paling banyak berkontribusi adalah dukungan dan do’a kedua orang tua saya. Bahkan saat Ujian Nasional berlangsung pun, Mama  selalu mengantar sampai depan gerbang sekolah. Dan disitulah saya merasa, ridho orang tua saya selalu mengiringi saya. Karna jika orang berkata faktor belajar lah yang mempengaruhi apa yang saya capai, maka sebenarnya semua orang sudah sama – sama berjuang dan belajar untuk lulus dengan baik.

Sampai akhirnya saya bisa masuk jurusan yang saya inginkan pun saya merasa bahwa Allah selalu mengabulkan do’a orang tua saya (:

Dan Alhamdulillah, saya bisa membacakan dengan lancar teks nya, dan semoga pesan yang ingin saya sampaikan bisa menggapai setiap orang yang hadir diacara tersebut (:

5 komentar:

  1. Luaarrr biasahhh.. kalimat per kalimat nya bagus nih, bisa juga jadi sastrawan kayanya hihi :D
    Kembangkan terus tulisan kamu ..

    BalasHapus
  2. Ternyata Tulisan yg terbaik berdasarkan dari pengalaman ya :)

    BalasHapus
  3. cocok jadi penulis bel, sukses terus yaa!

    BalasHapus
  4. Pengalaman yang hebat...semangat terus yaaaa...

    BalasHapus