Sabtu, 30 April 2016

Lelah

Ingin marah
Jika burung tak lagi ingin terbang bisa kah berikan sayap mu padaku?
Biar aku marah pada angin
Malam ini ia sangat tajam
Menusuk sampai bagian kulit terdalam
Menembus pertahanan yang dibuat oleh hati
Sedikit demi sedikit meretakan pinggirannya

Sesuatu membasahi
Hujan baru saja berhenti malam ini
Bukan, kali ini berbeda
Ia berada tepat dibawah mataku
Deras sekali
Kenapa tiba-tiba aku bersuara keras?
Mengapa nafas ku tersedu-sedu?
Aku sedang apa?
Aku ingin marah bukan ingin menangis
Biar aku marahi air mata ini
Setelah berhasil menguasai ku sejenak

Sesak
Apalagi setelah ini?
Berhenti sudah air mata beriak
Tapi apalagi setelah ini?
Hati ku berontak?
Tidak
Kali ini dada ku sesak dipenuhi amarah
Kepada siapa sebenernya aku ingin berteriak
Amarah ku tak bertujuan
Kumohon burung berikan sayapmu agar aku dapat berteriak pada angin
Melepas amarah yang sesak 
Menghentikan hati yang berontak
Menyeka air mata sejenak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar